Kamis, 22 Maret 2012


ATSMA BRONKIAL


Asma Bronkial

Asma Bronkial adalah penyempitan jalan nafas yang reversibel dalam waktu singkat oleh karena mukus kental, spasme dan edema mukosa, serta deskuamasi epitel bronkus/bronkiolus, akibat inflamasi eosinofilik dengan kepekaan yang berlebihan.

Keluhan pokok :

- sesak nafas, batuk, dada terasa terikat secara tiba-tiba
.
- di luar serangan keluhan ringan
.
- ada riwayat keluarga

Tanda penting :

- otot-otot pernafasan membesar

- terdengar mengi, ekspirasi memanjang

- udara pernafasan menurun

Pemeriksaan : dengan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan khusus

Komplikasi :

1. Kelelahan

2. Dehidrasi

3. Infeksi jalan nafas

4. Korpulmonale

5. Gagal nafas

6. Penyakit paru obstruksi menahun

7. Pneumotoraks (jarang)





Penatalaksanaan :

1. Dasar terapi --> pendidikan, bronkodilator bila ada serangan, anti inflamasi sampai kepekaan normal, ekspektoran, rehidrasi, dan antimikroba bila ada i nfeksi.
2. istirahat, menghindari alergen, polusi udara, dan obat-obat tertentu.

3. pemberian oksigen

4. Diet

5. Obat-obatan

6. Terapi komplikasi

Asma merupakan satu penyakit yang dicirikan oleh peningkatan halangan kepada aliran udara intrapulmonari bagi satu jangkamasa yang singkat. Ini berlaku disebabkan oleh pembebasan histamin didalam tubuh yang menyebabkan otot-otot di dalam paru-paru mengecut. Faktor yang menyebabkan pembebasan bahan kimia ini sangat banyak (seperti terdedah kepada habuk, pollen) dan kadang-kala tidak diketahui oleh individu itu sendiri.
Sejarah keluarga tentang penyakit asma dan sejarah serangan asma sejak dari kecil mengesahkan pesakit ini mempunyai masalah "Extrinsic Atopic Asthma" dimana pengecutan bronkus disebabkan oleh imunoglobulin terutamanya IgE yang menjadi pengantaranya. Pendedahan kepada agen perangsang boleh merangsang pembebasan imunoglobulin ini dan menyebabkan serangan asma.
Bagi pesakit ini ada beberapa faktor yang menyumbang kepada serangan penyakit asma yang berulangan iaitu pendedahan terhadap gam ditempat kerja, pendedahan kepada persekitaran yang berdebu, sejarah pesakit sejak kecil dan juga sejarah keluarga.
Penggunaan mask atau penutup tuala tidak mencukupi bagi beliau mendapat serangan asma kerana beliau mempunyai sejarah asma dan alergi yang kuat.
Penilaian hilang keupayaan
Penyakit asma bukan merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan tetapi keadaan penyakit beliau diterukan dengan pendedahan kepada alergen di tempat kerja. Jika beliau tidak layak untuk memohon faedah di bawah skim bencana pekerjaan yang juga merangkumi penyakit pekerjaan, beliau boleh memohon faedah pencen ilat. Skim ini boleh dipohon sekiranya penyakit asma beliau begitu teruk sehingga menyebabkan beliau tidak boleh bekerja dan tidak boleh mendapatkan pendapatan melebihi 1/3 dari purata gaji.
Penilaian hilang upaya mengikut ‘AMA guide’ bagi kes asma ini adalah berdasarkan keputusan ujian paru-paru yang mengambil kira nilai FEV1, FVC dan nilai FEV1/FVC(%)
FVC 85% = kelas 1
FEV1 83% = kelas 1
FEV!/FVC 78% = kelas 1
Untuk pesakit ini secara keseluruhan kelas fungsi paru-paru adalah kelas 1 atau 0% (tidak terdapat hilang upaya pada individu)
Walau bagaimanapun asma yang dihidapi oleh pesakit ini boleh dikawal dengan menjauhkan beliau dari pendedahan di tempat kerja. Selagi beliau bekerja di tempat tersebut beliau akan terus terdedah dan akan mendapat serangan asma berulang kali. Ini menyebabkan beliau tidak dapat hadir bekerja dan menjejaskan prestasi beliau. Oleh itu beliau disarankan mencari pekerjaan lain dan memilih kerja yang tiada mempunyai agen perangsang kepada penyakit asma.




BRONKHITIS

Bronkhitis adalah peradangan dari satu atau lebih pada saluran pernapasan (bronkhus). Peradangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Penyebabnya bisa dari virus, bakteri, alergi, dan lainnya. Peradangan yang akut bisa terjadi secara singkat atau panjang.

Biasanya disebabkan terkena angin dingin, penghirupan bahan-bahan iritasi, dan infeksi akut. Gejalanya adalah deman, nyeri pada dada terutama pada waktu batuk, dispne, dan batuk. Bronkhitis juga bisa mengeluarkan sekret mukopurulen yang banyak (pada catarrhal bronchitis).

Bila bronkhitis itu lama dan berkepanjangan, bahkan cenderung untuk sesekali kambuh di masa-masa tenang, itulah bronkhitis kronis. Penyakit ini disebabkan oleh serangan berulang bronkhitis akut atau penyakit kronis lainnya. Gejalanya, terdapat serangan-serangan batuk dengan ekspektorasi, baik banyak maupun sedikit.

Terjadi juga perubahan sekunder pada jaringan paru.
Tak hanya itu saja, jika bronkhitis itu ditandai dengan batuk dahsyat dan serangan mendadak dispnea disebut croupous bronchitis. Pada saat dibatukkan, keluar silinder saluran bronkial dengan kristal dan sel-sel eosinofil.

Peradangan pada bronkhus juga bisa disebabkan masuknya benda-benda asing pada saluran pernapasan dan menginfeksi dinding saluran tersebut. Contohnya saja pada arachidic bronchitis yang disebabkan masuknya biji-bijian ke saluran bronkhus. Ada pula infeksi saluran pernapasan akibat adanya degenerasi keju (nekrosis kaseosa).

Infeksi pada bronkhus juga dapat ditimbulkan akibat iritasi ether, influenza, dan akibat virus campak. Ada juga bronkhitis akibat infeksi saluran napas pada penderita asma yang juga disebabkan bakteri. Penyebab infeksi lainnya adalah streptokokus, stafilokokus, dan virus tuberkulosa.

Kalau dibiarkan, peradangan akan meluas hingga ke alveoli pada paru. Jenisnya adalah vesicular bronchitis yang kadang-kadang tampak di bawah pleura sebagai granulasi kuning keputihan seperti biji-biji jagung. wed
( )

Pengobatan Bronkitis
 
Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada bronki, yaitu saluran udara yang mengangkut oksigen ke paru-paru. Akibat peradangan ini, bronki mengeluarkan lendir.

Timbulnya lendir memicu tubuh memberikan respon, yaitu batuk-batuk, yang merupakan mekanisme untuk membersihkan kelebihan lendir. Bronkhitis ditandai dengan batuk yang terus menerus disertai dahak dan bercak darah.

Bronkhitis akut sering kali disebabkan oleh pilek atau flu, yang biasanya akan sembuh dalam waktu satu atau, dua minggu, sedangkan bronkhitis kronis dapat berlangsung bertahun tahun yang biasanya disebabkan oleh terisapnya zat-zat iritan yang terbawa udara. Bronkhitis kronis biasanya terjadi akibat banyak merokok, infeksi saluran pernapasan yang berulang-ulang, dan alergi.

Keringkan akar terung kemudian, digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 10-15 gram bubuk akar terung diseduh dengan air panas secukupnya, aduk-aduk, kemudian diminum.

Lakukan secara teratur dua kali sehari. Setelah dilakukan secara teratur dua kali sehari. Setelah dilakukan satyu kiur (10-12 hari), pengobatan dihentikan selama tiga hari. Setelah itu, pengobatan dapat dilanjutkan kembali.





BRONKIEKTASIS




DEFINISI

Bronkiektasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernafasan yang besar.
Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya.
Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau dua tempat.
Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkus yang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit.
Kadang-kadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya respon imunologis terhadap jamur aspergillus).
Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian dari saluran pernapasan.
lapisan dalam (mukosa) dan daerah dibawahnya (submukosa) mengandung sel-sel yang melindungi saluran pernafasan dan paru-paru dari zat-zat yang berbahaya. sel-sel ini terdiri dari:
 - sel penghasil lender
 - sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel-partikel dan lendir ke bagian atas atau keluar dari saluran pernafasan
 - sel-sel lainnya yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanan tubuh, melawan organisme dan zat-zat yang berbahaya lainnya.
Struktur saluran pernafasan dibentuk oleh serat elastis, otot dan lapisan kartilago (tulang rawan), yang memungkinkan bervariasinya diameter saluran pernafasan sesuai kebutuhan.
Pembuluh darah dan jaringan limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.
Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. ketegangan dinding bronkus yang normal juga hilang.
Area yang terkena menjadi lebar dan lemas dan membentuk kantung yang menyerupai balon kecil.
Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyumbat bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi dan kemudian merusak dinding bronkus
Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, jaringan parut dan hilangnya fungsi jaringan paru-paru.
pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru-paru dapat melukai jantung.
Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus juga dapat menyebabkan batuk darah.
Penyumbatan pada saluran pernafasan yang rusak dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.
PENYEBAB

Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:
  1. Infeksi pernafasan
 - Campak
- Pertusis
 - Infeksi adenovirus
 - Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomona
s br>- Influenza
 - Tuberkulosa
 - Infeksi jamur
 - Infeksi mikoplasma

  1. Penyumbatan bronkus
- Benda asing yang terisap
 - Pembesaran kelenjar getah bening
 - Tumor paru
 - Sumbatan oleh lendir
  1. Cedera penghirupan
 - Cedera karena asap, gas atau partikel beracun
 - Menghirup getah lambung dan partikel makanan
  1. Keadaan genetic
 - Fibrosis kistik
 - Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagene
- Kekurangan alfa-1-antitripsin
  1. Kelainan imunologik
 - Sindroma kekurangan immunoglobulin
 - Disfungsi sel darah putih
 - Kekurangan koplemen
 - Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa
  1. Keadaan lain
 - Penyalahgunaan obat (misalnya heroin)
 - Infeksi HIV
 - Sindroma Young (azoospermia obstruktif)
 - Sindroma Marfan.


GEJALA

Gejalanya bisa berupa:
 - batuk menahun dengan banyak dahak yang berbau busuk
 - batuk darah
 - batuk semakin memburuk jika penderita berbaring miring
 - sesak nafas yang semakin memburuk jika penderita melakukan aktivitas
 - penurunan berat badan
 - lelah
 - clubbing fingers (jari-jari tangan menyerupai tabuh genderang)
 - wheezing (bunyi nafas mengi/bengek)
 - warna kulit kebiruan
 - pucat
 - bau mulut.

DIAGNOSA

Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, biasanya di paru-paru bagian bawah akan terdengar suara ronki.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  Rontgen dada
  CT scan dada
  Biakan dahak
  Hitung jenis darah
  Pemeriksaan keringat atau pemeriksaan fibrosis kistik lainnya
  Analisa serum immunoglobulin
  Serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, aspergillus)
  Tes PPD untuk infeksi TBC.



PENGOBATAN

Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan dahak,membebaskan penyumbatan saluran pernafasan serta mencegah komplikasi.

Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak.
Seorang terapis pernafasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.
Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.

Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.

PENCEGAHAN

Imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak-kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.
Vaksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh virus flu.
Vaksin pneumokok membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonnia pneumokok.

Minum antibiotik dini saat infeksi juga mencegah bronkiektasis atau memburuknya penyakit.
Pengobatan dengan imunoglobulin pada sindroma kekurangan imunoglobulin mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikasi.

Penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama pada penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.

Menghindari udara beracun, asap (termasuk asap rokok) dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silika) juga mencegah bronkiektasis atau mengurangi beratnya penyakit.
Masuknya benda asing ke saluran pernafasan dapat dicegah dengan:
- memperhatikan apa yang dimasukkan anak ke dalam mulutnya
- menghindari kelebihan dosis obat dan alkohol
- mencari pengobatan medis untuk gejala neurologis (seperti penurunan kesadaran) atau gejala saluran pencernaan (seperti regurgitasi atau batuk setelah makan).
Tetes minyak atau tetes mineral untuk mulut atau hidung jangan digunakan menjelang tidur karena dapat masuk ke dalam paru.
Bronkoskopi dapat digunakn untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.


RJP


ISTILAH
RJP = RESUSITASI JANTUNG PARU

RKP = RESUSITASI KARDIO PULMONAL

CPR = CARDIO PULMONARY RESUCITATION


RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

v  Termasuk cara pertolongan pertama untuk menghindarkan adanya ancaman kematian (Basic life support/ bantuan hidup dasar)
v  Dilakukan terhadap pasien dengan henti nafas (apnea) dan henti jantung (jantung berhenti memompa darah/ berhenti berkontraksi).
v  Tujuan penanganan untuk mengembalikan fungsi jantung paru-paru seperti  normal
v  Dilakukan dengan memberikan pernafasan buatan dan pijat jantung luar (kompresi dada)

RJP LAKUKAN SEGERA
Ø  Kesempatan hidup yang lebih besar
Ø  Kerusakan otak dalam waktu 4 s.d 6 menit
Ø  Kerusakan otak bisa dipastikan 10 menit tanpa RJP
PIJAT JANTUNG
·         Teori tahun 1970 an, Pijat jantung luar akan menghasilkan sirkulasi artificial (buatan)
·         Pendapat sekarang penekanan dinding dada meningkatkan tekanan intratorakal (mendorong darah keluar toraks)
·         Frek pinjat jantung yang effektif antara 40 s/d 120 x/ menit.
·         Ternyata hanya sekitar 30 % perfusi normal yg dapat  dihasilkan melalui pijat jantung

RESUSITASI JANTUNG PARU
·         Pada tindakan RJP yang efektif bila tindakan  pijat jantung  dapat memberikan 1/4 s.d 1/3 dari normal aliran darah (perfusi ke jaringan)
·         Membantu memberikan pernafasan buatan, agar dapat memberikan  16% s.d 21% oksigen ke paru

TINDAKAN RJP/ CPR
1. Dilakukan segera ditempat kejadian,bila diketahui  adapasiedenganhentinafas     dan henti jantung.
2.      Dilokasi musibah yang berbahaya sebaiknya pasien dipindahkan ketempataman agar penolong dan pasien terhindar (misal kebakaran dll)
3.      Sebaiknya korban diletakkan pada permukaan yang datar dan keras
4.      Posisi kepala korban sebaiknya sedikit lebih rendah daripada badannya
5.      Jangan dipindahkan korban bila RJP belum dilakukan. (Periksa segeraadanya sumbatan jalan nafas dan lakukan penanganan pertama) bila ada orang lain dapat minta bantuan penolong yang lebih mampu

TINDAKAN RJP
Ø  Pada Dewasa atau  lebih dari 8 tahun
Ø  Pada Anak 1 – 8 tahun
Ø  Pada Bayi 0 – 1 tahun

TAHAP PELAKSANAAN
v  Lakukan penilaian awal (sadar/ tidak) beri rangsang
v  Bila tidak sadar segera periksa jalan nafas, bebaskan
TIDAK ADA RESPON
Ø  Cepat lakukan penilaian ada henti nafas / henti jantung
Ø  Bila ada teman panggil bantuan
Ø  Minta tolong teman  untuk menghubungi ambulans  atau orang yang lebihberkompeten
Ø  Bila tidak ada , lakukan segera RJP

LAKUKAN  PEMERIKSAAN A-B-C
Ø  Airways
Ø  Breathing
Ø  Circulation

PERIKSA JALAN NAFAS & VENTILASI (PERNAFASAN)
1.      LLF (Look,listen,feel)  Periksa dalam 10 detik
2.      Bila Korban tidak bernafas, beri nafas buatan 2 kali
3.      Bila tetap tidak ada nafas mungkin ada sumbatan

RABA NADI KAROTIS
1.      Raba nadi karotis (ada/ tidak)
2.      Periksa ada nafas/ tidak
3.      Lihat juga warna kulit (sianosis/ tidak)

HENTI NAFAS & HENTI JANTUNG`
Ø  Buka jalan nafas
Ø  Berikan nafas buatan
Ø  Lakukan pijat jantung luar



BUKA JALAN NAFAS
Dengan memperbaiki posisi kepala

                        Head tilt                                                                      Chin lift











Jaw thrusthati-hati pada trauma  











HATI-HATI PADA TRAUMA                                  
1.      Harus berhati-hati pada trauma kepala atau ada jejas dileher karena kemungkinan  ada kerusakan/ patah tulang leher
2.      Leher difiksasi dan tulang belakang diberi penyangga agak keras

PERIKSA JALAN NAFAS DAN BEBASKAN BILA ADA SUMBATAN
Lihat apakah pangkal lidah jatuh kebelakang
Buka mulut keluarkan/      bersihkan dari benda asing











MEMBERIKAN BANTUAN NAFAS
Bila ada tanda sirkulasi tapi tidak ada nafas
1.      Berikan pertolongan nafas buatan 1 kali selama 5 detik
2.      Evaluasi kembali selama 5 sampai 10  detik
MEMBERIKAN NAFAS BUATAN












              LOKASI PIJAT JANTUNG LUAR
a.       TEORI SEKARANG  (atas )
          Tentukan segera ujung atasdan bawah sternum pijat dibagian tengah

b.      TEORI SEBELUMNYA (bawah)
          Tentukan processus xiphoideuskemudian tentukan 2 jari keatas

CARA MELAKUKAN PIJAT JANTUNG












 Letakkan posisi tangan  dibagian tengah sternum
a.       Gunakan kedua pangkal telapak tangan diberi tekanan 30 kali/ menit
b.      Tekan dengan kedalamannya 4 – 5 cm


PIJAT JANTUNG

99985334
1.      RJPLakukan 30 kompresi dada dan 2 kali nafas buatan
2.      Ulang sampai 5 siklus (30 : 2)
3.      Periksa nadi  (sirkulasi) setelah 1 menit

8C50B827














PADA ANAK :GUNAKAN 1 TELAPAK TANGAN


                    RJP DIHENTIKAN
v  BILA ADA RESPONS
                                  Korban sadar
                                  Korban bernafas spontan

v  BILA TIDAK ADA RESPONS
                                 RJP dilakukan 30 menit
                                 Pupil dilatasi, refleks cahaya negatif

v  Lain-lain
                                 Penolong kelelahan tidak ada penolong lain
                                Sudah datang penolong lain yang lebih berkompeten